PSIS protes banyaknya jadwal di hari kerja

Diposting pada

PSIS Semarang (c) PSIS Semarang Official

Merdeka.com – Manajemen PSIS Semarang sudah mempelajari draft jadwal Liga 1 2018 yang dikirim oleh PT. Liga Indonesia Baru [PT LIB]. Draft yang dimaksud berisi dua versi jadwal yakni kompetisi berakhir 2 Desember dan 9 Desember 2018.

BERITA TERKAIT
  • Ini agenda David Beckham dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini
  • Jokowi tantang perguruan tinggi buka fakultas manajemen sepak bola
  • Bikin klub, Beckham incar Bintang-bintang Eropa

Menurut CEO PSIS, Yoyok Sukawi, secara umum baik versi pertama maupun kedua sebenarnya tidak ada masalah bahkan pihaknya siap menjalankan jadwal tersebut. Namun di versi kedua ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan keinginan manajemen.

“Di opsi yang kedua itu, kita home-nya banyak pada hari kerja. Jadi dari 17 kali home, kita hari kerjanya 7 kali. Ini kita minta tidak terlalu banyak, supaya proporsional sama dengan klub yang lain lah,” ungkap Yoyok kepada Bola.net.

Jika terlalu banyak digelar pada hari kerja, laga kandang PSIS terancam sepi penonton, padahal dukungan suporter sangat dibutuhkan untuk menambah motivasi Laskar Mahesa Jenar. Sedangkan klub lain hanya mendapat dua sampai tiga kali di hari kerja.

“Kalau kita pertandingan hari Senin, pasti banyak berkurang, tidak ada yang menonton. Sementara kita juga home base-nya agak jauh dari Semarang, itu kan membutuhkan waktu juga,” sambungnya.

Yoyok sebenarnya mengapresiasi semangat dari operator liga yang berinsiatif untuk menggelar satu kali pertandingan dalam seminggu. Namun timingnya aja yang kurang tepat klub berharap semua pertandingan di gelar di akhir pekan.

“Sebaiknya pertandingan dilaksanakan di week end. Supaya bisa dilaksanakan hari Sabtu dan Minggu, lalu recovery untuk pemain juga cukup. Karena Indonesia jauh-jauh kan jaraknya,” tegas Yoyok. (top/asa)

Sumber Merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *